(021) 2282-6088 / 0878-8150-0006 / 0821-2400-9008 (WA) info@hanatourumroh.com
(021) 2282-6088 / 0878-8150-0006 / 0821-2400-9008 (WA) info@hanatourumroh.com

Umrah

Umrah Bersama Hana Tour

Pengertian Dan Tata Cara Umrah

Pengertian dan Tata Cara Umrah sesuai Sunnah Rasul

Umrah adalah suatu kegiatan ibadah umat muslim di dunia dengan mengunjungi ka’bah di kota suci mekkah , khususnya di Masjidil Haram. Umroh dan haji dilakukan dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah.

Hukum melaksanakan umrah sendiri adalah sunnah bagi setiap muslim yang mampu, umrah sendiri dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu tanggal 10 Zulhijjah dan hari tasrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah, Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksankan umrah adalah wajib bagi orang yang mampu melaksanakan nya. Namun demikian ada pula sebagain ulama yang mengatakan bahwa ibadah umroh itu hukummnya sunnah mu’akkad.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim mengatakan bahwa melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan nilainya sama dengan melaksanakan ibadah haji

Syarat, Rukun dan wajib umroh :

1. Syarat Umroh

  • Beragama Islam
  • Baligh
  • Berakal sehat
  • Merdeka ( Bukan budak )
  • Mampu

2. Rukun Umroh

  • Niat ihram dari Miqot
  • Tawaf
  • Sa’i
  • Tahallul ( gunting rambut )
  • Tertib

3. Wajib Umroh

  • Niat ihram umroh di Miqot
  • Meninggalkan larangan selama ihram

Tata Cara Umrah

Tata Cara Umroh yaitu segala rangkaian kegiatan umrah yang dimulai dari ihram di miqat, melakukan thawaf di ka’bah, kemudian sa’i antara shafa dan marwah, lalu di akhiri dengan mencukur rambut  (tahalul).

Berikut penjelasan detail mengenai Tata Cara Umrah :

1. Ihram

Ihram adalah keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji, Calon  umrah harus melaksanakannya sebelum di miqat.

Miqat yang  di maksud adalah batas-batas tempat yang telah ditetapkan untuk memulai prosesi ibadah umrah dan haji. Dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada, kemudian memakai pakaian ihram.

Pakaian ihram laki-laki berupa dua lembar kain ihram, sebagai sarung dan penutup pundak. Bagi wanita memakai pakaian yang telah di syariatkan yakni yang menutupi semua auratnya, kecuali muka dan kedua telapak tangan.

2. Thawaf

Thawaf adalah berjalan mengitari ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Menuju ke hajar Aswad, lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya, jika atidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium  tangan yang mengusap hajar aswad. Jika tidak memungkinkan unuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanyaa dengan tangan yang memberi isyara.

  • Menjadikan ka’bah di sebelah kirinya, dalam 3 putaran pertama melakakuakn ramal (berlari-lari kecil) dan berjalan biasa pada 4 putaran sisanya.
  • Usahakan mendekat ke ka’bah, jika tidak bisa mendekat, mana yang mudah.
  • Memperbanyak zikir dan do’a
  • Sholat 2 raka’at di belakang Ibrahim
  • Selama thawaf tidak menyentuh ka’bah , hijir ismail dan syazarwan (pinggir bawah ka’bah

3. Sa’i

Sa’i adalah ritual berjalan kaki daribukit safa ke bukit marwah sebanyak 7 kali bolak-balik. pada saat melintasi Batnhul Waadi ( saat ini di tandai dengan lampu berwarna hijau ), bagi laki-laki di sunahkan berlari-lari kecil, sedangkan untuk wanita cukup dengan berjalan cepat. 

  • Berjalan menuju bukit shafa.
  • Setibanya dibukit shafa para jamaah menghadap kearah ka’bah sambal membaca takbir dan tahlil.
  • Berjalan kebukit marwah dengan berzikir dan berdo’a dilaksanakan setiap perjalanan.
  • Di mas’a (tempat sa’i) terdapat dua pilar berwarna hijau, ketika sampai disana dianjurkan bagi laki-laki untuk lari-lari kecil, sedangkan untuk perempuan diharuskan mempercepat jalannya.
  • Ketika mendekati bukit Marwah, membaca doa seperti yang terdapat dalam Q.S Al Baqarah : 158.
  • Ketika sampai dibukit marwah, menghadap kearah ka’bah kemudian membaca takbir dan tahlil sebagaimana yang dilakukan di bukit shafa.

4. Tahallul

Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki boleh mencukur sebagian dan boleh juga mencukur semuanya. Sedangkan untuk perempuan hanya memotong sebagian rambutnya saja.

  • Rambut yang di potong adalah rambut kepala, nukan rambut yang lain
  • Bagi laki-laki lebih utama jika menggundul rambutnya
  • Bila meminta di potongkan dengan orang lain, maka oranhg tersebut sudah harus memotong rambutnya sendiri terlebih dahulu
  • Jika botak, maka potong rambutnya harus tetap dijalankan meskipu hanya isyarat,yakni dengan menjalankan gunting di atas kepalanya
  • Untuk ibadah umroh, dengan selesainya memotong rambut, maka selesailah seluruh rangkaian ibadah umroh.
Umrah Bersama Hana Tour & Travel

Latest Tours

Umroh Plus Mesir Paket Umroh januari 2019

Umroh Januari 2019

Umroh-Oktober-2018

Umroh Oktober 2018

Umroh Plus Turki 2018

Umroh November 2018

Umroh Plus Mesir Paket Umroh januari 2019

Paket Umroh Desember 2018

Anda Memiliki Pertanyaan?

Jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami adalah tim ahli dan kami senang berbicara dengan Anda.

+62 21-8778-7274

info@hanatourumroh.com

Recent Articles